Jangan suka nyampah!

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْه

[حديث حسن رواه الترمذي وغيره هكذا]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Di antara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak peting (berguna) baginya” “.(Hadits Hasan riwayat Tirmidzi dan lainnya)

 

Nggak bisa dipungkiri setiap hari pasti ada aja waktu kita yang dimanfaatkan untuk hal-hal yang bisa dibilang tidak bermanfaat. Tidak bermanfaat disini memang penafsirannya berbeda-beda.. Ada yang mengatakan, apapun kegiatannya asalkan kamu menjalaninya dengan senang maka hal tersebut tidak sia-sia. For example, yang suka nonton film seri bisa saja menghabiskan satu hari penuh untuk menamatkan atau menonton ulang season-season sebelumnya.. Kalo standarnya beda-beda maka pasti pendapat orang akan berbeda mengenai definisi “sesuatu yang tidak penting (berguna) baginya”, betul?

Lalu gimana dong.. Ya kembali lagi, pakai standar yang sudah pasti benar.. Al-Qur’an dan Hadits.. Dan tentunya ini bukan merupakan hal yang mudah karena kita sangat menikmati “me time” atau waktu-waktu nyampah yang menyenangkan. Hehe.. it’s not gonna be easy, but it is worth the effort 🙂

Orang yang bangkrut

Suatu ketika Rasulullah saw. Bertanya kepada sahabat-sahabatnya, “Tahukah kalian siapa sebenarnya orang yang bangkrut?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut menurut pandangan kami adalah seorang yang tidak memiliki dirham (uang) dan tidak mermliki harta benda”.

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari Kiamat membawa pahala shalat, pahala puasa, pahala zakatnya dan pahala hajinya, tapi ketika hidup di dunia dia mencaci orang lain, menuduh tanpa bukti terhadap orang lain, memakan harta orang lain (secara bathil), menumpahkan darah orang lain (secara bathil) dan dia memukul orang lain, Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada orang yang di dzaliminya. Semuanya dia bayarkan sampai tidak ada yang tersisa lagi pahala amal sholehnya. Tetapi orang yang mengadu ternyata masih datang juga. Maka Allah memutuskan agar kejahatan orang yang mengadu dipindahkan kepada orang itu. dan (pada akhirnya) dia dilemparkan ke dalam neraka.

Kata Rosulullah selanjutnya, “Itulah orang yang bangkrut di hari kiamat, yaitu orang yang rajin beribadah tetapi dia tidak memiliki akhlak yang baik. Dia merampas hak orang lain dan menyakiti hati mereka.” (HR Muslim no. 6522, At-Tirmidzi, Ahmad dan lainnya)

Hadits ini pertama kali gw notice dalam suatu ceramah jumat di kota Semarang.. Yang pertama kali terbersit di fikiran gw waktu itu adalah para koruptor di negri ini.. Apakah mereka belum pernah mendengar hadits ini? Atau mereka telah mendengarnya namun mengingkarinya?

Ketahuilah bahwa taubat hanya bisa menghapus dosa terhadap Allah SWT, tidak dapat meghapus dosa sesama manusia.. Satu-satunya cara adalah dengan meminta maaf kepada orang yang kita zhalimi. Di akhirat kita tidak dapat membayar tuntutan/hutang melainkan dengan amal ibadah yang kita bawa.. Maka hati-hatilah juga dengan hutang..

Sehingga, kedzaliman dan hutang kita, akan kita bayar ke saudara kita dengan amal baik yang kita punya. Semakin banyak kedzaliman dan hutang kita yang belum dimaafkan atau kita bayarkan ke saudara kita, semakin banyak amal kita yang kita berikan ke saudara kita. Dan inilah yang bisa menjadikan seseorang itu bangkrut di akhirat. Siapakah orang yang bangkrut di akhirat itu? 

Yaitu orang-orang yang amal baiknya habis tak bersisa, karena digunakan untuk membayar kedzaliman atau pun hutang-hutangnya kepada saudaranya di dunia yang belum sempat terbaryakan. Dan apa yang lebih buruk dari habisnya amal baik itu? Yaitu yang lebih bangkrut lagi, teramat sangat bangkrut, yaitu apabila amal baiknya telah habis, padahal kedzalimannya dan hutang-hutangnya belum terbayarkan semua. Dan apa yang akan terjadi? Yaitu amal buruk saudaranya yang dia dzalimi atau hutangi, akan diberikan kepada dia. Naudzubillahi minzalik.

Keutamaan Shalat

Rasulullah SAW bersabda: Amal pertama yang dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Bila shalat seseorang baik maka seluruh amal lainnya akan baik pula. Bila shalat seseorang rusak maka seluruh amal lainnya akan rusak pula

-H.R. Abu Daud