Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Belajar

Mungkin kalimat ini sudah sering didengar oleh telinga kita, bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Belajar atau menuntut ilmu dalam bidang apapun harus senantiasa kita lakukan sampai akhir hayat. Belajar itu tidak harus di institusi formal, karena kehidupan itu sendiri adalah tempat belajar yang sangat teramat luas. Bisa dari lingkungan, masyarakat, teman, kantor, dimanapun, kapanpun, kita selalu bisa untuk mengambil sebuah pelajaran. Dan tulisan ini lebih dikhususkan belajar dalam urusan agama..

Bagi orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah dilahirkan dalam keluarga muslim, disekolahkan di sekolah Islam, tinggal di lingkungan yang kondusif untuk belajar agama, kita seharusnya sangat bersyukur kepada Allah. Jangan sampai merasa puas dalam belajar agama karena kita harus selalu melihat ke atas dalam urusan agama/ibadah dan melihat ke bawah dalam urusan duniawi. Hal tersebut ditujukan agar kita tidak pernah berpuas diri untuk selalu menyempurnakan ibadah (menyadari bahwa selalu ada yang ibadahnya lebih baik) dan senantiasa merasa bersyukur atas rezeki yang telah kita terima, tidak serakah, dan berlebih-lebihan (bersyukur karena menyadari bahwa banyak yang lebih membutuhkan dari kita).

Dari kecil kita diajari agama islam, di bangku sekolah, dari orang tua, masjid, dan sekitarnya.. Namun hendaknya kita tidak boleh berhenti untuk mempelajari agama ini. Satu hal yang kerasa banget saat ini..

..Sudahkah kita mengetahui konsekuensi dari syahadat yang kita baca?

..Sudahkah solat kita sempurna?

..Sudahkah kita memahami setiap bacaan solat, meresapi dan merenungkannya, dan solat dengan khusyuk?

..Sudahkah kita memahami doa yang kita panjatkan sehari-hari?

..Sudahkah kita membaca Al-qur’an yang tidak sekedar membaca namun juga memahami artinya?

..Sudahkah kita mengetahui kisah perjuangan rasul ketika membawa Islam pada jaman jahiliyah?

..Sudahkah kita tahu sejarah keemasan islam dan kekhalifahan?

..Sudahkah kita memikirkan umat?

..Yang sedang memantaskan diri #eh, sudahkah kita tahu apa yang dimaksud ‘memantaskan diri’ itu?

..Sudahkah kita meyakini bahwa hukum yang benar berasal dari Al-Quran dan sunahnya, bukan dari opini publik?

..Sudahkah kita mencari tahu akan sesuatu sebelum menjudge sesuatu?

..Sudahkah kita ridho dengan Islam? Apakah kita termasuk golongan yang malah takut dengan agama kita sendiri ketika mengetahui ajaran Islam yang tidak sesuai dengan keinginan hati (yang penuh nafsu dan godaan syetan) kita?

……….

………

……..

…….

……

…..

….

..

.

.

.

Tidak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah.. Daftar tersebut seharusnya tidak ada habisnya karena kita harus terus menyempurnakan ibadah kita, karena tujuan diciptakannya jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Kita hidup di dunia untuk mendapat ridha Allah dan mendapatkan balasan di akhirat.. “Apa tujuan hidupmu? Afterlife..” quote dari seorang sahabat 🙂

Kembali lagi, kalo dihubungkan dengan judul tulisan ini, untuk mencapai semua itu kita perlu belajar.. Belajar dengan sadar, bukan karena ikut dengan sistem, tapi benar-benar sadar atas keinginan dan kesadaran sendiri.. Mungkin semua hal di atas sudah pernah kita pelajari dalam sistem pendidikan, bersyukurlah karena kita tinggal mereviewnya kembali.. Namun bagi yang belum, atau yang dulunya belajar karena sekedar masuk dalam sistem, tidak ada kata terlambat untuk belajar, dan belajar bisa dari mana saja.. Belajar Belajar Belajar!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s