Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat

Hari Jum’at beberapa minggu yang lalu, kebetulan gw lagi ke kantor yang di Sudirman.. Nah, kalo lagi di kantor itu, tempat favorit gw untuk Jumatan adalah di lantai paling atas Gedung BRI 1. Tinggal nyebrang doang dari kantor GE di BRI 2. Selain tempatnya yang sangat nyaman dan full AC, satu hal yang gw suka dari tempat ini adalah ceramah Jumatannya yang menarik dan bagus-bagus. Setiap kali Jumatan di sana, selama ini selalu tertarik dengan ceramahnya. Jadinya nggak ngantuk atau bosan >.<

Siang itu, khatib menyebut salah satu sifat Allah yaitu Allah Maha Pengampun (Al ‘Afuwwu) dan Maha Penerima Taubat (At Tawwab). Khatib mengatakan bahwa “Maha” disini memiliki arti dimana jika seorang hamba-Nya melakukan sebuah dosa, kemudian ia memohon ampun, Allah akan mengampuninya. Kemudian hamba tersebut melakukan dosa lagi, kemudian ia memohon ampun, Allah akan mengampuninya lagi. Berbuat dosa lagi, kemudian memohon ampun lagi, Allah tetap mengampuninya. Lagi lagi berbuat dosa kemudian memohon ampun lagi, Allah akan mengampuninya.. Berapakalipun seorang hamba berbuat dosa, asalkan ia benar-benar bertaubat maka Allah akan mengampuni karena Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat. Sungguh waktu denger khatibnya mengulang-ulang urutan tadi (dosa-taubat-diampuni) berkali-kali gw merinding. Sekarang pun menuliskannya juga merinding.. Betapa Allah sangat baik kepada hamba-hambaNya yang tidak pernah luput dari dosa..

Ada Hadits Rasulullah SAW yang meriwayatkan tentang hal ini,

Jika kalian melakukan kesalahan-kesalahan (dosa) hingga kesalahan kalian itu sampai ke langit, kemudian kalian bertaubat, niscaya Allah SWT akan memberikan taubat kepada kalian.

(Hadist diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abi Hurairah, dan ia menghukumkannya sebagai hadits hasan dalam kitab sahih Jami’ Shagir – 5235)

Ada juga kisah Nabi Musa AS yang menggambarkan betapa Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.

Pada zaman Nabiullah Musa AS, datanglah kepada Beliau seorang wanita untuk bertobat kepada Allah atas semua kesalahan yang telah dia perbuat selama ini.Wanita tersebut berkata:” Wahai Nabiullah, saya jauh-jauh datang kesini hanya untuk bertaubat kepada Allah, mohonkan Taubatku diterima oleh-Nya”. Nabi Musa AS, berkata:” Gerangan dosa apakah yang telah engkau perbuat, hingga engkau ingin bertaubat kepada Allah SWT?”. Wanita tersebut berkata kembali:” Aku telah berzina dengan seseorang dan telah melahirkan seorang bayi, karena rasa malu dan takut diketahui oleh orang lain, maka aku bunuh bayi terserbut”.

Demi mendengar itu semua, Nabi Musa sangatlah marah, lalu Beliau berkata:” Pergilah engkau, jangan kau bakar aku dengan api neraka yang diakibatkan oleh perbuatanmu itu!!”. Wanita tersebut menangis lalu berkata:” Wahai Nabi Allah, tidakkah aku dapat bertaubat kepada Allah, dan aku berjanji tidak akan mengulangi semuanya itu”. Nabi Musa AS, masih dalam keadaan marah mengusir wanita tersebut sambil berkata:” Dosamu terlalu besar dan tidak bisa dimaafkan”.

Lalu pulanglah wanita tersebut sambil menangis. Tidak lama dari kejadian tersebut, datanglah Malaikat jibril kepada Nabi Musa AS. Jibril berkata:” Wahai Musa, Allah telah menengurmu, mengapa engkau tolak tobatnya wanita tersebut, padahal wanita tersebut telah benar-benar mengakui kesalahan dan menyesal atas semua kesalahannya itu, dia ingin kembali ke jalan yang benar, harusnya Engkau membimbingnya bukannya mengusirnya!!!”.

Demi mendengar itu semua, Nabi Musa berkata:” Dosa wanita tersebut terlalu besar wahai Jibril, dan Aku tidak yakin Allah akan mengampuni dosa tersebut”. Jibril berkata:” Allah maha pengampun lagi maha mendengar taubat dari Hamba-Nya yang benar-benar ingin bertaubat, Bahkan dosa yang lebih besar dari itupun Allah pasti akan mengampuninya”.

Berkata Nabi Musa AS:” Dosa apakah yang lebih besar daripada dosa wanita yang telah berzina dan membunuh anak dari hasil perzinahan tersebut, Ya Jibril???”. Jibril menjawab:” Seseorang yang meninggalkan Sholat dengan sengaja”. Mendengar itu semua Nabi Musa menangis dan dia menyesal atas kekeliruan yang telah Beliau lakukan kepada wanita yang benar-benar ingin bertaubat.

Subhanallah.. Semoga kita semua bisa mengambil beberapa hikmah dari sedikit tulisan gw ini..

  1. Allah SWT memiliki sifat yang Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat, sedangkan tidak ada manusia yang tidak luput dari dosa.. Manusia yang baik bukanlah manusia yang tanpa dosa melainkan manusia yang ketika melakukan kesalahan ia menyadarinya dan memohon ampun kepada Allah dan bertaubat. Jangan pernah berputus asa dari ampunan rahmat Allah SWT. Tidak ada istilah sudah terlanjur berbuat dosa dan merasa tidak akan diampuni sehingga kita terus melakukan dosa tersebut. Oleh sebab itu terus meneruslah kita memohon ampun kepada Allah dengan mengucap Istigfar, semoga Allah mengampuni segala dosa kita semua.
  2. Meninggalkan sholat dengan sengaja merupakan dosa yang amat besar, melebihi dosa penzina dan pembunuh.. Naudzubillahi min dzalik.. Mari jaga kewajiban sholat 5 waktu kita, jangan sampai kesibukan kita di dunia mengalahkan kewajiban-kewajiban kita untuk kehidupan kita di akhirat nantinya.. Nabi Muhammad SAW bersabda: Amal yang pertama di hisab Allah adalah sholatnya seorang hamba. Apabila baik sholatnya, maka baik pula amal yang lainnya. Dan apabila buruk Sholatnya, maka buruk pula amal yang lainnya.
Advertisements

One thought on “Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat

  1. Jangan sampi sifat Allah Maha Pengampun disalah artikan.
    Sehingga orang akan berpikiran
    “nggak apa2 berbuat salah, nanti tinggal minta maaf. toh Allah maha Pengampun”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s