Bung Karno dan Politik Minyak Kita

Ketika lagi baca-baca di group FB soal energi, ternyata ada yang ngepost ini, sebuah kebijakan dari presiden pertama kita mengenai energi. Gw bukan fans nya bung karno dan sebelumnya ngga pernah merhatiin banget kayak apa sih bung karno itu, yang sering gw denger malah yang jelek-jelek (urusan wanita). Tapi di tulisan ini jadi kebayang lah tegas dan visionernya bung karno. Ngga pernah yang mengeluh doang.. Saya prihatin..

“Jangan Dengarkan Asing..!!”

Itulah yang diucapkan Bung Karno di tahun 1957 saat ia mulai melakukan aksi atas politik kedaulatan modal. Aksi kedaulatan modal adalah sebuah bentuk politik baru yang ditawarkan Sukarno sebagai alternatif ekonomi dunia yang saling menghormati, sebuah dunia yang saling menyadari keberadaan masing-masing, sebuah dunia co-operasi, “Elu ada, gue ada” kata Bung Karno saat berpidato dengan dialek betawi di depan para mahasiswa sepulangnya dari Amerika Serikat. Continue reading

GE Locomotive Video

Image

Seneng banget liat lokomotif GE dengan warna warni keren sesuai perusahaannya. Yang warna oranye itu milik BNSF (Burlington Northern Santa Fe), keren banget warnanya. Gahar.. Di Indonesia warnanya putih, cepet kotor dan dicucinya nggak maksimal jadilah dia dekil..

Liat comment-comment di videonya kok pada ngomongin masalah Tax GE disana ya.. Nahloh….

Saya Takut Hidup di Jakarta! (repost)

Buat yang belum baca, ini tulisan tentang randomnya kehidupan di Jakarta. Ketika mempertahankan hal yang benar menjadi hal yang salah. Ketika hal-hal yang sebenarnya salah sudah menjadi kebiasaan dan dibenarkan. Sungguh Speechless bacanya..

Oleh: Budiman Hakim | 27 April 2012 | 17:01 WIB

Benarkah Negeri ini bangsa yang ramah tamah? Dulu iya mungkin, tapi sekarang? Liat aja berita di TV, isinya cuma bentrok, rusuh, amuk dan tawuran. Saya kadang suka sengaja ga mau liat berita untuk beberapa waktu sebab enerji negatif dari berita kerusuhan selalu membuat saya depresi.

Saya jauh lebih suka nonton Kick Andy di Metro TV. Program ini memberi enerji positif sekaligus mengingatkan kita bahwa ternyata masih ada loh orang baik di negeri ini.  Acara seperti ini harusnya diperbanyak karena berfungsi sebagai balance terhadap berita-berita kisruh yang membuat kita muak dan capek hati ngedengernya.

Sayangnya, walau berenti ngeliat berita, hidup kita belum tentu menjadi lebih tenang. Ke mana pun kita pergi, kita harus waspada. Bukan sekali dua kali saya terjebak berjam-jam dalam kemacetan luar biasa gara-gara ada demo. Continue reading

Selamat kepada empat putera petir yang telah terpilih, kesempatan nyata dan langka untuk berkontribusi kepada bangsa. Salute!

Catatan Dahlan Iskan

Senin, 23 April 2012
Manufacturing Hope 23

Saya terkesan dengan logika berpikir Prof Widjajono Partowidagdo, Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru saja meninggal dunia di pendakiannya ke Gunung Tambora Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (21/4), yakni: kurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM).

Kalau sudah tahu bahwa produksi minyak kita terus menurun, kemampuan kita membangun kilang juga terbatas dan pertambahan kendaraan tidak bisa dicegah, mengapa kita terus mempertahankan pemakaian BBM?

Almarhum sering sekali mengajak saya berbicara soal itu. Almarhum merasa perdebatan soal BBM yang riuh-rendah selama ini sangat tidak mendasar. Tidak menyelesaikan akar persoalan. Hanya menimbulkan huru-hara politik. Saya sangat setuju dengan konsep almarhum untuk semakin beralih ke gas. Hanya saja memang diperlukan upaya yang ekstra keras untuk mengalihkan kebiasaan menggunakan BBM ke bahan bakar gas (BBG).

Almarhum juga sangat setuju mobil listrik nasional diperjuangkan. Bahkan, almarhum mengatakan BBM harus dikeroyok ramai-ramai dari segala jurusan. Terutama dari jurusan…

View original post 1,102 more words

Sebuah Wawancara dengan Handry Satriago, CEO General Electric Indonesia

Salam Perspektif Baru,

Saya senang kita kembali bertemu setiap pekan dengan menampilkan sisi-sisi lain dalam kehidupan kita dalam bentuk orang-orang yang hidupnya bisa kita jadikan contoh. Saya sangat beruntung dengan kehadiran Handry Satriago yang saya kenal dalam kapasitas yang agak pribadi di suatu sekolah manajemen. Saat itu dia sedang bekerja sebagai eksekutif muda di perusahaan multinasional. Setelah sekian lama tidak pernah bertemu, beberapa waktu lalu saya bertemu lagi dengan dia yang kini bekerja di General Electric (GE), salah satu perusahaan terbesar di dunia. Dia menjabat sebagai Presiden Direktur.

Hendry Santiago mengatakan daya saing suatu negara ditentukan oleh kemampuan perusahaan lokal negara tersebut, selain mikro ekonomi dan lainnya. Kemampuan perusahaan lokal untuk menjadi besar dan mereka bisa menjadi besar kalau ada keterlibatan perusahaan besar juga seperti perusahaan multinasional. Handry member contoh, kalau ia membuat pabrik di Indonesia maka ia membutuhkan pemasok di Indonesia. Kriterianya tentu akan world class, sehingga ini akan memancing perusahaan-perusahaan lokal untuk memproduksi barangnya sampai ke level tersebut.

Berikut wawancara Wimar Witoelar dengan Handry Satriago. Continue reading